0
Home  ›  Chapter  ›  Poison

Bab 17 – Menginap🔞

Bab 17 – Menginap🔞-1

Luis mengajak Bela masuk ke kamarnya. Auranya dan penataannya tak jauh beda dengan kamar Luis yang ada di rumah, hanya saja tak ada perintilan perempuan disana. Tentu saja, Luis anak tunggal dan ada perintilan perempuan di rumahnya juga karena ada Bela.

“Apa tidak masalah aku tidur bersamamu?” tanya Bela yang ragu untuk tidur sekamar dengan Luis malam ini.

“Kenapa memangnya?” tanya Luis heran setelah sikat gigi dan cuci muka sebelum tidur bersama Bela.

“Y-ya kan ini tidak seperti…”

Luis langsung tersenyum paham. “Yaudah jangan berisik makannya,” ucap Luis lalu mengecup bibir Bela sebelum mematikan lampu utama dan menyalakan lampu tidurnya.

Bela membelalakkan matanya lalu menepuk bahu Luis pelan. “Tidak berisik, tentu saja aku tidak berisik!” omel Bela yang paham kemana arah pembicaraan Luis.

Luis tertawa dengan respon Bela lalu tiduran di sampingnya sembari memeluk Bela yang memunggunginya. “Ayahku baik, kan?” tanya Luis sembari mengelus perut Bela seolah sudah ada kehidupan baru di dalamnya sembari mengecup bahu Bela.

Baca juga 29. Vol. 3 : Chapter 12

Bela mengangguk pelan. “Tapi kalian dingin, seperti saling mendiamkan satu sama lain,” jawab Bela sembari menghela nafas.

“Memang,” jawab Luis lalu mengecup leher Bela dan memberi sedikit tanda kepemilikannya. “Tapi kami saling menyayangi, hanya saja caranya berbeda.”

Penjelasan Luis terdengar masuk akal bagi Bela. Luis masih di terima di rumahnya, masih memiliki kamarnya sendiri, Bela bahkan juga diterima meskipun tidak di ucapkan secara langsung tapi tawaran menginap itu sudah cukup. Setidaknya ia tidak di usir dan di tanyai apapun yang akan menyudutkannya.

“Aku gila, bagaimana menurutmu?” tanya Luis sembari melepaskan bra yang Bela gunakan.

“Aku gelandangan, bagaimana menurutmu?” Bela balik bertanya yang membuat Luis tertawa senang. Kondisinya bukan masalah untuk Bela begitupun sebaliknya. “dr. Damian apa selalu seperti itu?” tanya Bela lembut dan berhati-hati agar Luis tidak marah.

Baca juga 28. Vol.3 : Chapter 11

Luis mengangguk lalu menelusupkan tangannya memilin ujung payudara Bela. “Dia selalu begitu, dari dulu. Dia memang kaku, tadi sudah paling hangat,” jawab Luis menenangkan Bela lalu membalik tubuh Bela agar ia bisa bercumbu sembari menempelkan bagian bawahnya yang sudah begitu keras pada Bela.

“Luis!” tahan Bela yang tau jika Luis sekarang sudah tak mungkin jika hanya menyentuhnya saja.

“Jangan berisik…” bisik Luis lalu melumat bibir Bela dengan lembut. “Kalau kau banyak protes, banyak berisik nanti Ayah kesini,” ucap Luis sejenak lalu kembali melumat bibir Bela dan menjelajahi mulutnya sembari beradu lidah.

Bela mengelus bahu dan dada Luis sembari berusaha mengimbangi cumbuan Luis yang begitu mendominasi dan agresif. Tangan Luis juga menggerayangi punggung dan pinggang Bela, sesekali meraba bahu dan lehernya agar Bela semakin dekat dengannya dan ia bisa menggesekkan kejantanannya pada paha Bela yang tak tertutup apapun itu.

“Belaku…” rengeknya lalu melepaskan kaos yang Bela kenakan juga branya yang masih belum 100% lepas itu.

“Sstt! Jangan berisik!” bisik Bela mengingatkan sambil tersenyum menggoda Luis yang membuatnya tertawa geli dengan godaan Bela itu.

“Kau yang berisik!” ucap Luis tak mau kalah lalu menelanjangi dirinya sendiri sebelum kembali menciumi Bela dan perlahan turun ke

Bab 17 – Menginap🔞-2


39
Posting Komentar
Search
Menu
Theme
Share