Bab 06 – Jadian
Nia kembali
melakukan streaming seperti biasanya, kali ini ia terlihat ceria dan
masih memakai gelang pemberian dari Angga. Nia tetap bertingkah binal seperti
biasanya, menduduki dildo sambil memamerkan asinya yang menetes. Mendesah
sambil bergerak-gerak gelisah menggoda tiap penontonnya.
Angga
begitu senang melihat gelang pemberiannya masih di pakai Nia, tak hanya itu ia
juga melihat boneka sapi yang tadi Nia beli di atas tempat tidurnya. Angga jadi
yakin 100% jika Nia adalah Momy Cow yang ia sukai selama ini. Angga tetap
mengiriminya uang tips seperti biasa.
Angga yang
hanya ingin memastikan jika Momy Cow adalah Nia merasa senang bisa membuat
wanita itu bahagia. Bukan sebagai Momy Cow tapi sebagai seorang wanita yang
tersakiti. Angga senang ketika Nia menceritakan bila akhirnya ia pergi
bersenang-senang.
Angga
senang melihat Nia menunjukkan apa yang ia makan dan ia minum dari foto di
ponselnya. Angga juga senang melihat Nia memeluk bonekanya. Angga tak peduli
pada orang-orang yang ada di streaming Nia. Angga hanya fokus pada Nia
dan menontonnya seolah hanya ia dan Nia berdua saja sedang saling berhadapan.
“Ahhh…ahhh…ahhh…”
desah Nia membuat penontonnya menggila memberikan banyak saweran.
Sementara
Angga mengocok kejantanannya sampai akhirnya ia klimask dengan sperma yang
menyumprat hingga mengenai layar laptopnya.
●●●
Angga dan
Nia makin sering menghabiskan waktu bersama. Angga sering mengajak Nia untuk
makan bersama dan mengajak Nia ketempat-tempat yang menyenangkan. Angga begitu
terbuka pada Nia, bahkan Angga tanpa ragu menunjukkan pasword atmnya pada Nia.
Kadekatan Nia dan Angga juga makin lama makin menjadi ketika Angga kedatangan
kakak perempuannya dan langsung mengenalkan Nia padanya.
“Keluargaku
tinggal Kakakku itu aja, orang tuaku meninggal waktu aku SD. Mereka jadi korban
Bom Bali 2002,” ucap Angga sambil menunjukkan foto keluarganya pada Nia. “Nanti
Kakakku kesini. Aku mau kenalin kamu sama Kakakku,” sambung Angga dengan senyum
sumringahnya.
Nia ikut
tersenyum. Ia senang bisa dekat dengan Angga dan mengenal keluarganya adalah
hal yang baik untuk hubungannya. Sampai Nia tersadar, rahasianya sebagai
seorang streamer akan menjadi bumerang dan aib besar kalau sampai Angga
apalagi keluarganya tau.
Nia tetap
menyambut kakak Angga dengan ramah dan melayaninya dengan baik seperti
mengambilkan nasi, atau memberikan potongan daging atau sosis untuknya. Nia
merasa senang dan kembali mengabaikan ke khawatirannya sejenak. Apalagi kakak
perempuan Angga juga ramah dan terbuka seperti Angga.
“Angga gak
pernah deket sama cewek sejak pindah dari kantornya sebelumnya. Angga sempat
punya cewek tapi ceweknya lebih milih buat nikah sama cowok yang udah punya
anak dan istri, aku tidak mengharapkan apapun darimu. Tapi ku harap kalau
kalian memang menyukai satu sama lain, kamu bisa menerima Angga apa adanya…”
ucap Amel menasehati Nia
Nia
tersenyum, rasanya harusnya ia yang khawatir bila Angga tidak menerimanya apa
adanya bukan ia yang harus di khawatirkan.
“T-tapi aku
hanya seorang janda,” ucap Nia minder.
Amel
langsung menepuk bahunya setelah mengelap tangannya yang basah setelah mencuci
piring. “Tidak masalah! Memang kenapa kalau janda? Kamu masih muda, cantik.
Tidak masalah, aku malah lebih menyukainya karena kamu lebih berpengalaman,”
ucap Amel membesarkan hati Nia.
Nia
tersenyum mendengar ucapan Amel.
Amel
mendekat lalu berbisik. “Angga sudah cerita, aku tau siapa dirimu,” ucap Amel
lalu tertawa kecil.
Nia begitu
tersipu sambil menutup wajahnya yang malu.
“Hayo! Lagi
pada ngomongin apa?” ucap Angga yang baru datang setelah membeli minuman ringan
di mini market depan.
“R-a-h-a-s-i-a!”
ucap Amel mengeja sambil menjulurkan lidahnya mengejek Angga.
Angga
terlihat begitu hangat dan ceria bersama kakaknya. Nia juga ikut senang bisa
bercengkrama dengan keluarga Angga. Sampai akhirnya sebelum sebelum kakaknya
pulang Angga menunjukkan sebuah cincin untuk Nia lalu berlutut di depannya.
“Nia, aku
tau kita dekat baru beberapa hari. Kita banyak mengobrol dan menurutku kita
cocok satu sama lain, kamu mau gak nikah sama aku?” tanya Angga yang sudah
berusaha menunjukkan keromantisannya.
Nia terdiam
kaget. Airmatanya mengalir begitu saja tanpa berani menjawab. Ia menatap Amel
yang tersenyum menyemangatinya lalu melihat Bima yang begitu berharap padanya.
Nia mengangguk pelan.
“A-aku
menerima untuk kita memiliki hubungan, tapi menikah itu soal lain. Kamu bisa
memikirkan berulang kali terlebih dahulu Angga, aku hanya seorang janda. Kamu
boleh meninggalkan kapanpun waktu kamu berubah pikiran,” ucap Nia lalu
membiarkan Angga memakaikan cincinnya di jari manis Nia.
Amel
tersenyum mendengar jawaban Nia yang sangat mementingkan perasaan adiknya.
Angga langsung memeluk erat Nia dengan begitu bahagia.
Tidak ada
yang lebih membahagiakan bagi Nia selain membuka lembaran baru dengan Angga.
Tapi disisi lain, ia juga menyimpan rahasia besar yang suatu saat pasti akan
menimpanya seperti bola salju. Sampai kapan Nia bisa menyimpan rahasianya, tapi
apapun itu Nia dari hati kecilnya sendiri Nia hanya ingin memiliki kehidupan
normal dan suatu saat akan meninggalkan situs streaming dewasa itu.
Segera, secepat mungkin. Setelah ia mendapat hak asuhnya kembali Nia ingin segera menyudahi semuanya. Meninggalkan situs kelam itu sebelum Angga tau dan sebelum semua terbongkar.