0
Home  ›  Chapter  ›  The Secret Neighbor

Bab 07 – Rahasia

Bab 07 – Rahasia-1

Angga mulai mengantar jemput Nia tiap bekerja. Keduanya berangkat bersama lalu saat makan siang Angga akan menjemput Nia dan makan siang bersama. Angga sengaja melakukannya agar Nia bisa lebih banyak mengurang pengeluarannya agar bisa segera mengumpulkan dana dan bisa merebut hak asuhnya kembali.

Tak hanya itu Angga juga sering membayar belanjaan Nia dan membayar kebutuhan apartemen Nia juga seperti listrik, air dan gas. Angga juga membayar kebutuhan Nia lainnya sampai Nia begitu sungkan dan diam-diam tetap menghitung semua yang Angga berikan untuknya dan menyimpannya agar kapanpun jika Angga putus darinya Nia bisa mengembalikan semuanya.

“Nanti aku piknik ke kebun binatang bersama anak-anak, jadi kita tidak bisa makan siang bersama,” ucap Nia yang sudah tiga kali mengatakan kalau ia akan pergi piknik bersama murid di TKnya pada Angga.

“Iya, nanti ku jemput kalau sudah pulang,” ucap Angga sambil membukakan pintu mobilnya untuk Nia.

“Aku membuatkanmu bekal,” ucap Nia sambil menunjukkan tote bag berisi kotak makan siang yang khusus ia buat untuk Angga.

“Wuuuu!!!” seru Angga yang tampak begitu senang melihat bekal yang di buatkan Nia untuknya.

Nia dan Angga terus berpegangan tangan sepanjang perjalanan ke TK tempat Nia bekerja. Angga merasa begitu nyaman dan bahagia bisa bersama Nia. Angga melupakan sisi gelap dan rahasia Nia sebagai streamer. Angga lebih memilih melihat Nia sebagai seorang wanita yang keibuan dan menjauhkan pikirannya untuk menghakimi Nia.

Toh selama ini Nia juga tak pernah menerima chatting atau menanggapi komentar di akunnya selain saat sedang live saja. Jadi Angga tetap yakin dan percaya pada Nia jika Nia yang sebenarnya tidak seburuk Nia saat berperan sebagai Momy Cow. Sejak mereka berpacaran juga, Nia jadi mengurangi intensitasnya melakukan live streaming yang biasanya sehari bisa dua sampai tiga kali, sekarang hanya sekali.

Tak hanya itu Nia juga mulai jarang menunjukkan kebinalannya dan memainkan dildo di kewanitaannya lagi. Ia kembali seperti semula dengan hanya menunjukkan payudaranya saat sedang mengeluarkan asinya sambil membaca komentar saja.

●●●

“Bro, tumben ngutak-ngatik hukum,” ucap teman Angga yang melihat Angga kembali mempelajari soal hukum.

“Iya, mau ngerebut hak asuh anak,” jawab Angga di sela-sela membacanya.

Teman Angga melongo kaget mendengar Angga yang tiba-tiba mempelajari soal hak asuh anak. “Bro, lu kenapa? Lu mau ngerebut anak siapa?” tanyanya yang dengan suara prihatin dan kepo sambil berbisik.

“Anaknya pacarku,” jawab Angga santai.

Baca juga 29. Vol. 3 : Chapter 12

“Jangan Bro, kalo bukan anaklu jangan di rebut. Namanya penculikan kayak gitu,” ucapnya makin prihatin memperingatkan Angga.

Angga mendelik bingung dengan sebelah alisnya yang terangkat. “Bukan gitu…hmmm…” ucap Angga yang akhirnya ingin mengklarifikasi sebelum pikiran temannya semakin liar.

“Pacarku kan janda, dia punya bayi umurnya masih 9 bulanan. Nah itu bayinya di rebut suaminya. Dia gak boleh ketemu, aku cuma mau bantuin ngerebut hak asuhnya aja itu doang. Minimal biar pacarku bisa ketemu anaknya, itu aja…” jelas Angga sambil menghela nafas.

“Ooh ku kira,” ucapnya lalu pergi meninggalkan Angga untuk makan siang bersama yang lain juga, sementara Angga tetap di kantor sambil memakan bekal buatan Nia.

Angga memfoto terlebih dahulu bekal buatan Nia yang terlihat enak dan penuh kasih sayang, meskipun sebenarnya biasa saja. Hanya karena Angga sedang kasmaran jadi semuanya terlihat penuh kasih sayang. Angga juga melaporkan pada Nia kalau ia memakan bekalnya dan Nia juga mengirimi Angga foto-fotonya bersama anak-anak.

“Bro! Aku dapet info. Ini nomer WA salah satu advokat spekham, mungkin dia bisa bantu masalah pacarmu itu,” ucap teman Angga sambil memberikan kartu nama seorang pengacara pada Angga setelah istirahat makan siang.

“Eh!” ucap Angga kaget.

“Tenang aja aku cerita sama bu Citra, beliau kan pernah ada masalah rumah tangga kayak gituan juga, jadi langsung di arahin. Coba aja siapa tau bisa,” ucap teman Angga begitu antusias membantu.

“Oh, iya makasih Bro!” ucap Angga senang.

●●●

Baca juga 28. Vol.3 : Chapter 11

Angga langsung bergegas menjemput Nia setelah selesai bekerja. Hari ini juga Angga sudah ijin tidak lembur pada atasannya karena ingin mengurus soal hak asuh anak yang sedang menjadi masalah Nia. Bu Citra, sebagai atasan Angga memberi ijin dan sempat menceritakan pengalamannya pada Angga agar bisa membantu kelak.

Angga sudah begitu senang bisa memberi kabar baik pada Nia dan sesegera mungkin Angga berharap Nia bisa mendapatkan hak asuh anaknya. Karena dengan begitu Nia akan berhenti melakukan streaming dan ia bisa segera memiliki Nia seutuhnya.

“Hah, aku lelah sekali. Tapi hari ini menyenangkan, anak-anak suka melihat binatang. Aku juga membeli ini!” seru Nia sambil menunjukkan mainan edukasi yang ia beli.

Tentu saja mainan itu bukan untuk Angga. Angga juga ikut senang melihat oleh-oleh yang Nia beli. Bahkan meskipun Angga tau anak yang sedang di perjuangkan Nia bukan anaknya, Angga tetap menginginkan Nia bersatu dengan anaknya kembali. Angga bahkan sudah memikirkan jika tak masalah bila ia harus ikut membesarkan anak dari pernikahan Nia sebelumnya. Asalkan bersama Nia, apapun Angga mau.

Di sepanjang jalan Angga juga menceritakan soal pengacara dari spekham yang sudah ia hubungi tadi dan pengalaman atasannya saat memperebutkan hak asuh anak juga seperti Nia. Nia mendengarkan dengan seksama dan antusias apalagi Angga juga memberikan kartu nama yang ia dapat pada Nia.

“Nanti kita bisa pakek bantuan advokat dari spekham itu juga, semoga kita bisa segera menyekesaikan masalah ini. Aku gak sabar pengen kita berkumpul sama Ali juga, aku gak keberatan kalo kita nikah dan harus membesarkan Ali,” ucap Angga yang membuat Nia tersentuh.

“Makasih banyak, aku belum pernah dapat kebaikan sebanyak ini sebelumnya,” ucap Nia begitu tersentuh dengan ucapan Angga.

Angga tersenyum lalu menatap Nia setelah selesai memarkirkan mobilnya. “Aku tulus mencintai kamu Nia, apapun dirimu sekelam apapun kehidupan atau masalalumu. Aku menerima semuanya,” ucap Angga lalu mengecup punggung tangan Nia dengan lembut.

“Terimakasih banyak, aku sangat bersyukur bisa mengenalmu,” ucap Nia lalu memeluk Angga.

Angga mengelus punggung Nia dengan lembut. “Biar nanti kalau kita dah bisa dapetin hak asuh Ali, kamu bisa berhenti jadi streamer…”

Nia langsung melepaskan pelukannya pada Angga. Nia begitu kaget Angga tau bila ia seorang streamer. Itu rahasia terbesarnya dan Angga mengetahuinya? Bagaimana bias?!

“K-kamu tau semuanya? Kamu tau kalo aku streamer?!” tanya Nia kaget dan tak percaya.

Angga begitu gelagapan karena sudah keceplosan, Angga tak bermaksud mengatakannya. Bahkan Angga berencana tetap merahasiakannya. Tapi sekarang semuanya sudah terlanjur, Angga hanya bisa mengangguk pelan mengakuinya.

“Sejak kapan kamu tau semuanya Ngga?!” tanya Nia kaget dan panik.

Angga menundukkan pandangannya merasa begitu bersalah. “S-sejak pengikutmu masih 100, aku gak tau awalnya kalo Momy Cow itu kamu…”

“Cukup!” bentak Nia lalu keluar dari mobil Angga sambil menangis meninggalkan Angga sendirian di mobil dan langsung naik ke apartemennya. 

 

Bab 07 – Rahasia-2
Bab 07 – Rahasia-3

23
Posting Komentar
Search
Menu
Theme
Share