Bab 13 – Mobil 🔞
Angga dan
Nia menikmati waktu jalan-jalannya berdua. Karena Angga baru saja gajian dan
pendapatan dari streaming terakhir yang hampir mencapai 100 juta. Maka
sekarang giliran untuk membuat vlog liburan bersama yang hangat dan mesra.
Tanpa perlu menutupi wajah dan pakaian yang sopan.
Awalnya Nia
dan Angga ingin liburan ke Bali, menikmati pantai dan sunset. Tapi
karena liburan hanya sebentar dan Nia Senin pagi sudah harus mengajar di TK,
jadi keduanya sepakat hanya pergi berlibur di hotel dekat rumah kakak Angga
saja dan sebelum pulang nanti mampir kesana. Liburan kali ini juga keduanya
menggunakan diskon dari kartu kredit bank tempat Angga bekerja.
“Kamar yang
aku pesen pasti kamu suka, udah ada kolam renang kecilnya juga sama
jacuzzinya,” ucap Angga sambil menyetir setelah memasukkan barang bawaannya di
mobil.
Nia
mengacungkan jempolnya sambil tersenyum ceria ke arah kamera. Sepanjang
perjalanan Angga dan Nia mengobrol santai sambil saling melempar lelucon dan
memakan salat buah yang Nia buat dari rumah. Nia juga mendengarkan lagu-lagu
anak-anak yang baru agar bisa menyanyi bersama muridnya besok atau paling tidak
tau jika ada muridnya yang menceritakan soal acara anak-anak terbaru di
internet.
“Istriku
ini kerjanya jadi guru TK, liat tiap hari tontonannya…hmm…” ucap Angga sambil
menyoroti Nia yang sedang menyemak tabletnya.
Nia hanya
cengar cengir. “Nanti kalo punya anak biar ga perlu sewa babysitter,”
ucap Nia membela diri lalu mengecup pipi suaminya lembut dan kembali menyemak
tabletnya.
Membuat
vlog tidak seribet ketika harus melakukan live streaming Angga bisa
menyesuaikan bagian mana saja yang ingin ia ambil dan ia tunjukkan nanti. Angga
jadi hanya perlu mengambil beberpa potong klip saja. kebanyakan dalam vlognya
juga Angga hanya membagikan momen saat ia makan bersama dengan Nia atau
menjemput Nia di TK tempatnya mengajar.
“Macet
gais!” ucap Angga yang menunjukkan pemandangan macet di depannya. “Dia malah
molor,” ucap Angga lagi sambil menunjukkan Nia yang tertidur di sampingnya
sambil menyandarkan kepalanya dengan mulut menganga kelelahan. “Mana mangap
gitu lagi,” ejek Angga yang membuat Nia terbangun lalu langsung tersenyum dan
menepuk bahu Angga yang begitu usil padanya.
“Ayang,
kalo kayak gini kita abis waktu di perjalanan dong,” keluh Nia sambil mengelus
paha Angga.
Angga
mengangguk sambil menghela nafas. “Ya mau gimana lagi orang ada perbaikan jalan
ternyata, tau gitu kita naik kereta aja tadi,” ucap Angga yang di angguki Nia.
Angga
menyudahi vidio perjalanannya lalu mengecup bibir Nia dengan lembut. Nia
membalas kecupannya lalu kembali mengelus paha Angga dan terus ke atas hingga
ia sampai pada kejantanan Angga yang masih tertutup rapi oleh celana pendeknya.
“Punyamu
keras,” ucap Nia lalu melepaskan lesreting celana Angga.
