Bab 16 – CLBK
Icha mulai mencari tahu soal Angga kembali. Icha mulai mencari Angga di akun instagramnya, namun Icha malah mendapati Angga yang ternyata sudah menikah dengan Nia. Icha juga melihat betapa bahagianya Angga bersama Nia. Bahkan mereka sampai membuat akun instagram bersama dan membuat vlog keseharian romantis sebagai pasangan.
Perasaan
Icha begitu hancur dan sedih. Ia menginginkan Angga juga dan hanya setahun ia
meninggalkannya tapi Angga sudah melabuhkan hatinya pada wanita lain. Apa lagi
bagi Icha, Nia terlihat tidak menarik sama sekali.
Badannya
terlihat begitu gemuk dengan pakaian yang besar dan panjang, meskipun wajahnya
cukup imut dan pipinya yang tidak terlalu tembam. Bagi Icha yang merasa bisa
merebut Haryo dari Nia yang saat itu menjadi istri sahnya tentu saja kali ini
ia juga merasa lebih dari Nia. Icha mulai membandingkan dirinya yang sekarang
dengan Nia, ia jelas jauh lebih cantik dan lebih muda.
Icha mulai
mematut dirinya di cermin sambil memoles wajahnya dengan makeup dan menata
rambutnya sedemikian rupa. Kalau ia bisa merebut Haryo yang baru bertemu
dengannya beberapa kali, pasti ia bisa merebut Angga juga apa lagi ia sudah
pernah bersama Angga sebelumnya, begitu pikir Icha.
Merebut apa
yang pernah menjadi miliknya bukan hal yang salah bagi Icha. Menurut Icha malah
Nia yang salah karena sebelumnya tak bisa menjaga hati Haryo dan sekarang malah
mengambil Angga.
“Kamu
cantik banget…” puji Haryo yang melihat Icha sedang bersolek.
Icha
langsung tersenyum kecut mendengar pujian Haryo, ia bermaksud dandan bukan
untuk suaminya yang sudah tua itu. Icha bermaksud untuk mengirimkan fotonya
pada Angga dan menggodanya di lewat video call seperti dulu.
Tapi Haryo
terlanjur datang dan menubruknya. Icha benar-benar jijik melihat kulit keriput
Haryo dan perut buncitnya yang jelas sangat berbeda dengan Angga yang tampak
begitu proporsional dan atletis.
●●●
“Liat deh
jijik banget si Icha,” ucap Angga menunjukkan dm yang baru masuk ke instagram
pribadinya.
Nia
menengok isi pesan yang dikirimkan Icha beserta foto sexy Icha yang tiba-tiba
bilang kangen dan menanyakan kabar Angga. “Mantanmu…” gumam Nia pelan lalu
menghela nafas dan tersenyum. “Dunia sempit banget ya, ternyata selingkuhan Mas
Haryo yang ngerebut keluarga kecilku itu mantanmu,” ucap Nia yang kembali
menghela nafasnya.
Angga
langsung memblokir Icha dan memeluk Nia yang masih murung. “Aku gak serius sama
dia, aku cuma jijik aja dia dulu tiba-tiba mutusin aku dan bilang aku miskin
lah, anaknya orang gak jelas lah, tapi itu masalaluku. Aku gak bakal noleh
kesiapapun apalagi kebelakang. Udah ada kamu, aku dah bahagia, dah cukup,” ucap
Angga lalu mengecup kening Nia.
“Dulu waktu
aku mergokin Mas Haryo selingkuh, aku lagi hamil 8 bulan. Mas Haryo diem-diem
janjian mau ke hotel bareng Icha itu. Aku liat SMSnya, Mas Haryo marah bukan
main, aku di tampar, di jambak, di maki-maki…” Nia terdiam tak kuat melanjutkan
ceritanya sambil mengatur nafasnya agar ia tak menangis. “Aku ngadu ke
mertuaku, aku malah di marahi. Aku di katai tidak bejus mengurus suami sampe
suamiku selingkuh. Aku di katai gak bisa merawat badan padahal aku lagi hamil
besar. Begitu anakku lahir aku ngelabrak Icha itu, dia ngadu ke Mas Haryo. Aku
di hajar sampe memar-memar, badanku di hantam pakek tongkat golfnya. Habis itu
waktu aku di rawat di rumah sakit, aku di ceraikan. Tiba-tiba hak asuhku juga
di ambil. Padahal anakku masih bayi,” sambung Nia sambil menangis meratapi
nasipnya.
Angga
mengelus punggung Nia dan membiarkannya menangis hingga puas. Angga tau Nia
sudah melewati begitu banyak penderitaan seorang diri, Angga paham betapa
kerasnya hidup Nia. Angga bukan orang yang memiliki banyak pengetahuan soal
kejiwaan atau psikologi. Tapi yang jelas Angga berusaha dengan segala yang ia
bisa untuk membuat Nia merasa lebih baik.
Angga
mendengarkan semua cerita Nia, Angga ada untuk menampung setiap tangisan dan
keluh kesahnya. Angga selalu menyediakan bahu untuk bersandar dan tangan untuk
selalu meraih dan menguatkan Nia.
“Aku gak
dapet gonogini gapapa, aku gak dapet nafkah idah, nafkah mutah gapapa, yang
penting aku bisa sama anakku. Itu aja tapi aku tetap gak boleh,” ucap Nia di
sela-sela tangisnya.
●●●
Icha
mendapati haidnya yang sudah mundur hampir seminggu. Ia begitu ketar-ketir
untuk menguji test packnya pagi ini. Haryo masih tertidur lelap, sementara Ali
begitu anteng bersama pengasuh barunya. Icha diam menatap test packnya yang
perlahan memunculkan dua garis merah.
Icha ingin
berpisah dari Haryo. Icha tak mau mengandung anak si tua bangka itu. Apalagi ia
sudah bertemu dan melihat langsung bagaimana Angga sekarang. Tentu saja ia akan
lebih memilih menghabiskan hari bersama Angga daripada Haryo.
“Ish!!!
Kenapa malah positif sih!” geram Icha kesal sambil memukul-mukul perutnya.
Tak selang
lama setelah ia memukuli perutnya Icha langsung mual dan muntah, karena masih
pagi dan ia belum makan apapun Icha jadi memuntahkan air putihnya yang
bercampur dengan asam lambungnya yang terasa begitu menjijikkan.
Icha terus
muntah-muntah sampai Haryo datang membantunya. Haryo tampak begitu bahagia
melihat Icha yang mengandung anaknya. Haryo senang bukan main mengetahui Icha
akhirnya mengandung juga. Meskipun perasaan Icha sekarang berantakan dan sangat
kesal di buatnya.
Icha hanya ingin bersenang-senang dan menghabiskan uang Haryo bukan ingin memiliki anak darinya apalagi menjadi ibu seperti sekarang.