0
Home  ›  Chapter  ›  The Secret Neighbor

Bab 04 – Makan Siang

Bab 04 – Makan Siang-1

Angga yang semula ingin menyudutkan Nia mengurungkan niatnya. Wanita itu hanya seorang ibu yang mengusahakan segala macam cara demi bisa mendapatkan bayinya kembali. Angga yang ingin membongkar rahasia Nia seketika merasa bersalah.

Tak selayaknya Angga berpikir untuk menyudutkan Nia, apalagi sampai menghakimi dan membongkar perbuatannya. Sebagai fans berat Momy Cow dan pria gentlemen Angga merasa malu dengan pikiran dan niat buruknya pada Nia. Bila Nia buruk dan penuh dosa karena menjual diri di platform dewasa, maka akan di sebut apa dirinya padahal Angga juga salah satu pelanggannya.

Angga begitu malu pada dirinya sendiri. Bahkan bila sebelumnya Angga begitu kepo dan memata-matai Nia untuk membongkar siapa Nia sebenarnya. Sekarang Angga berubah dengan menjauhi Nia dan berpura-pura tidak mengenalnya seperti sebelumnya.

Tentu saja apa yang di lakukan Angga tidak membuat Nia curiga. Nia tetap dengan kegiatannya sebagai guru TK di pagi hari dan menjadi seorang streamer sexy di malam hari. Angga juga tetap menonton live streaming Nia seperti biasa.

Meskipun kali ini Angga tidak seperti dulu lagi, Angga tidak hanya fokus pada tubuh Nia dan desahannya saja tapi juga pada komentar-komentar yang ada di sana.

“Apa? Memakai bajuku?” tanya Nia kaget karena di sela-sela orang yang memintanya untuk tampil lebih sexy dan lebih binal ada sebuah user yang memintanya memakai pakaiannya kembali.

Tak lama Sumer69 mengirimkan tips pada Nia yang jelas Nia turuti permintaannya.

“Berhenti live?” tanya Nia lebih kaget lagi karena user Sumer69 itu mengiriminya tips sebesar 2 juta untuk menghentikan acaranya.

Tapi tak selang lama user-user lain yang tak setuju mengirimkan tips lebih besar agar Nia melanjutkan acaranya. User-user lain yang meminta Nia melanjutkan livenya juga memberikan tips yang lebih besar dari yang Sumer69 berikan pada Nia. Sehingga mau tidak mau Nia menuruti permintaan tersebut dan tetap melanjutkan acaranya.

Baca juga 29. Vol. 3 : Chapter 12

Angga begitu kesal karena gagal melindungi Nia dari orang-orang yang mesum dan melecehkannya di internet tersebut. Meskipun sebelumnya Angga juga bagian dari orang-orang tersebut.

Bab 04 – Makan Siang-2

Pagi terasa berbeda, Angga tak merasa rileks dan bahagia setelah menonton Momy Cow yang biasanya sukses menjadi penawar lelah dan penghibur hatinya. Angga melihat Nia yang berangkat ke TK dengan banyak barang bawaan dan bahan kerajinan tangan.

Seperti biasanya Angga langsung menawarkan diri untuk membantu membawakan barang-barang bawaan Nia. Nia tersenyum lembut menerima bantuan Angga. Bagi Nia, Angga adalah tetangga yang baik dan ramah.

Angga juga tampan dan memiliki tubuh yang bagus, membuat Nia cukup senang dan tak masalah jika apa yang di lakukan Angga adalah modus padanya. Tapi saat ia hendak masuk kedalam mobil dan melihat pantulan wajahnya Nia merasa malu dan minder.

Ia seorang ibu dan janda yang di buang suaminya dan dipisahkan dari anaknya. Mana mungkin ia menarik bagi Angga yang terlihat masih lajang itu? Pria tampan seperti Angga yang bekerja di bank tentu memiliki banyak pilihan pasangan mungkin juga Nia bukan satu-satunya wanita yang ia temui, Nia juga yakin pasti ia bukan satu-satunya wanita yang menerima keramahan dan kebaikan Angga yang mudah membantu itu.

Nia tertawa kecil, menertawakan perasaannya sendiri. Lalu melanjutkan kegiatannya sebagai guru TK yang ceria dan keibuan, bermain dengan anak-anak dan mengajari mereka keahlian-keahlian dasar.

Usai mengajar dan menemani murid terakhirnya pulang, hari ini Nia berencana untuk mencetak pembukuan rekeningnya. Jadi siang ini sebelum jam makan siang Nia datang ke bank tempat Angga bekerja.

Baca juga 28. Vol.3 : Chapter 11

Angga kaget melihat Nia yang tiba-tiba datang Angga sudah mulai berpikiran buruk bila Nia menyadari usernya dan akan melabraknya di tempat bekerja. Tapi Nia malah tersenyum ramah dan menghampirinya.

“Hai, aku mau mencetak pembukuan rekeningku,” ucap Nia ramah.

“Ah…” desah Angga lega. “Oke tunggu sebentar biar ku bantu,” ucap Angga langsung kembali ke mejanya dan melayani kebutuhan perbankannya.

Angga sedikit terkejut melihat tak ada transaksi aneh di rekening Nia, hanya kiriman gaji dari TKnya dan beberapa kali transaksi pengambilan uang atau pemotongan biaya asuransi BPJS. Angga jadi sedikit ragu dengan Nia apakah ia benar-benar Momy Cow atau hanya kebetulan saja?

“Mau makan siang bareng?” tawar Angga tiba-tiba.

Nia tersenyum lalu mengangguk pelan. “Boleh kalau tidak merepotkan,” jawab Nia sopan.

Angga tersenyum sumringah lalu mengangguk. Angga mengajak Nia makan siang di warung makan padang dekat kantor bank tempatnya bekerja karena waktu makan siangnya yang tidak lama. Angga mengobrol ringan dengan Nia seperti pekerjaan dan pelan-pelan Angga menanyakan rasa penasarannya soal Nia.

“Ehm…aku janda, aku cerai 6 bulan lalu. Orang tuaku sudah lama meninggal, lalu kakak-kakakku memberikanku warisan uang. Aku bingung harus apa, jadi aku membeli apartemenku saat ini. Ku kira waktu itu jika aku punya tempat tinggal yang layak pengadilan akan membiarkanku membesarkan putraku, ternyata tidak. Uangku terus menipis karena harus membayar pengacara dan sidang,” Nia menghela nafasnya lalu tersenyum. “Aku bekerja di TK karena aku merindukan anakku, aku suka anak-anak. Aku melakukan apa saja untuk anakku,” sambung Nia lalu kembali tersenyum.

Angga tertunduk ikut sedih mendengar kehidupan Nia yang keras, tangan Angga mulai terulur untuk menggenggam tangan Nia.

Nia langsung menarik tangannya begitu tangan besar Angga yang hangat menyentuhnya. Airmata yang Nia bendung mulai jatuh perlahan.

“Maaf, aku terlalu banyak bicara,” ucap Nia lalu bangun dan membayar makanannya sebelum pergi meninggalkan Angga duluan. 

Bab 04 – Makan Siang-3

23
Posting Komentar
Search
Menu
Theme
Share