0
Home  ›  Chapter  ›  Sister Complex

Bab 10 – Breaking News

Bab 10 – Breaking News-1

Nana dan Angela turun di sebuah halte setelah menyelesaikan kebutuhannya di rumah sakit. Angela senang bisa pergi bersama Nana. Nana juga berjalan cukup pelan jadi Angela tidak kewalahan saat mengimbangi langkahnya.

"Wah ada toko roti baru! Kita kesana sebentar ya?" ucap Nana lalu mengajak Angela mampir ke toko roti.

Bau harum, manis, coklat, dan vanila dari kue yang baru matang memenuhi toko bahkan sudah tercium sejak di parkirannya. Banyak kue di sajikan dari kue-kue manis seperti brownis, sifon, donat, bolu, hingga yang asin-asin seperti pizza, hot dog, roti isi daging, dan masih banyak lagi. Ada kue-kue tart kecil dengan hiasan warna-warni. Indah sekali, Angela suka.

"Wah ada creme brulee, ini kesukaan Alif... Ada puding juga! Kesukaan Ahmad..." Nana antusias memilih kue-kue yang ada sambil meletakkannya di atas nampan dengan capitan yang ia bawa. Nana mengambil sebuah creme brulee, kue puding dengan karamel di atasnya, tiramisu, cheese cake dengan saus blueberry di atasnya, juga roti pisang dan roti tawar berwarna hitam. "Angela mau yang mana?" tanya Nana.

Angela melirik roti tart berwarna pink dengan hiasan kupu-kupu berwarna kuning di atasnya. Tapi ia buru-buru menggelengkan kepalanya sebelum Nana melihat kemana ia memandang.

"Tidak mau?" tanya Nana heran.

"Mau, Angela mau itu..." Angela menunjuk zuppa soup yang baru keluar secara random karena bingung memilih yang mana.

"Wah, mama juga suka itu!" Nana mengambil dua zuppa soup lalu membawa semua jenis roti di nampannya ke kasir. "Kita makan di sini dulu yuk!" ajak Nana setelah membayar semuanya dan mengajak Angela duduk di bangku depan toko.

Angela mengangguk lalu duduk di samping Nana. Nana membukakan bungkus zuppa soup milik Angela. "Masih panas, hati-hati ya... Di tiup dulu."

Angela kembali mengangguk lalu mulai memakan zuppa soupnya dengan hati-hati. Angela mulai dengan membolongi pastry yang menutupi wadahnya dengan sendok. Asap mengepul dari dalam zuppa soupnya, baunya gurih. Ada cream soup di dalamnya, wortel yang di potong kecil-kecil, potongan daging ayam, sosis, dan daun bawang. Ini roti yang aneh. Pasti rasanya juga aneh, roti bercampur dengan sup?

Tapi saat Angela melihat Nana yang sudah mulai menyuapkan zuppa soupnya ke mulut dan sempat menambahkan saos juga, Angela jadi yakin untuk ikut memakannya. Ah benar saja! Cream soup yang gurih, sedikit manis, ada rasa keju yang lumer, lembut dan creamy jadi satu di mulut Angela. Di tambah roti yang garing dan tawar ikut lumer jadi satu setelah tercelup dalam soupnya. Nikmat sekali.

Tanpa sadar Angela menggerak-gerakkan kepalanya ke kiri dan kanan karena senang. Cream soupnya mengalir dari mulut ke kerongkongan Angela sebelum mendarat di perut. Menyisakan rasa hangat dan sedikit pedas dari ladanya. Tapi tetap enak karena ada rasa keju juga yang tertinggal di mulut.

"Pakek saus tomat dikit nanti tambah enak... " ucap Nana lalu memberikan setetes saus tomat saset ke sendok Angela yang sudah menyendok soupnya lagi.

Tanpa ragu Angela kembali mencobanya. Benar! Rasanya enak sekali! Rasa creamy dari soupnya di tambah manis dan sedikit asam dari saus tomat bersatu. Benar-benar enak! Mamanya harus tau juga soal ini. Angela ingin segera bertemu mamanya dan membagi zuppa soup ini.

"Angela suka?" tanya Nana yang langsung di angguki Angela  dengan cepat. "Nanti beli lagi biar kita bisa makan sama-sama nanti ya..." ucap Nana.

Tapi bukannya menghabiskan, Angela malah berhenti makan dan mengambil wadah penutup zuppa soupnya.

Baca juga 29. Vol. 3 : Chapter 12

"Kok udah?" tanya Nana heran.

"Buat mamaku... Aku mau bagi buat mamaku..." jawab Angela sambil tersenyum lalu menjilati sendoknya.

Nana menghela nafas panjang lalu tersenyum. "Ini di habisin Angela aja, nanti kalo mamanya Angela datang kita ajak ke sini. Kita beli lagi yang baru, ya..."

Angela diam sejenak menatap zuppa soupnya lalu menatap Nana. "Tapi aku tidak tau jalannya kesini," polos Angela.

"Mama Nana apal kok jalannya. Nanti Mama kasih tau, dah yang ini pokoknya di habisin Angela aja ya," ucap Nana meyakinkan Angela.

Angela mengangguk lalu mulai menghabiskan zuppaa soupnya seperti yang Nana bilang. Setelah menghabiskan zuppa soupnya dan kembali membeli zuppa soup lagi, Angela dan Nana pergi ke sebuah butik pakaian muslim.

Nana langsung memilihkan mukena untuk Angela, mukena kuning dengan hiasan bunga matahari. Nana juga membelikan tiga stel baju muslim dan sebuah gamis. Angela harus TPA dan belajar agama minimal solat, setidaknya selama di titipkan.

Angela senang sekali hari ini, selain sudah menangis keras dan pergi ke dokter juga makan zuppa soup. Sekarang Angela dapat mukena, sajadah kecil, baju muslim dan sekarang Nana juga membelikannya tas kecil.

"Nanti kita beli alat tulisnya bareng kakak Alif sama adek Ahmad juga ya..." ucap Nana setelah membayar lalu membawa barang-barangnya sambil menggandeng Angela keluar dari butik. "Halo mas, jemput di warung nasi padang deket halte ya..." ucap Nana sambil menelfon Aji. "Iya anak-anak sekalian di ajak," sambung Nana sambil sibuk menelfon berjalan ke warung makan padang di ikuti Angela yang di gandengnya.

Angela melihat banyak piring dengan lauk-pauk yang di pajang di etalase. Semua terlihat enak dan pedas. Angela tidak suka pedas. Tiap kali ia bertemu dengan cabai atau makanan pedas selalu ketika pengasuhnya marah dan menjejalkannya kemulut Angela tanpa ampun.

"Angela tidak suka pedas... " lirih Angela.

"Kalo gitu makan rendang aja ya? Enak kok, ga semuanya di sini pedas..." ucap Nana lalu memilih tempat duduk di bawah kipas sambil menunggu makanan yang ia pesan seperti biasanya datang.

Baca juga 28. Vol.3 : Chapter 11

Tak lama ada pelayan datang membawa tumpukan piring lauk ke meja. Angela takjub melihatnya. Nasi yang di berikan juga sangat banyak bagi Angela. Tapi Angela tak bisa mulai makan sekarang, ia harus menunggu yang lain datang.

Angela terus menengok ke belakang berharap Aji datang bersama Ahmad dan Alif dengan cepat. Tapi yang datang malah pengunjung lain dan mulai memenuhi bangku yang ada.

"Kita makan ini dulu ya nunggu papa dateng..." ucap Nana sambil membuka plastik peyek udang.

Angela mengangguk sambil tersenyum. Tak lama Aji datang bersama Alif dan Ahmad, juga mertuanya pak Janto yang ikut bersamanya.

"Jejela!!! " pekik Ahmad senang bertemu Angela.

Angela hanya tersenyum sumringah sambil menoleh pada Ahmad.

"Jejela, ini Bapak. Bapak ini papanya mamaku... " Ahmad mulai mengenalkan pak Janto pada Angela.

Apa pria tua ini pengasuh juga? Batin Angela bertanya-tanya.

"Dah yuk mulai makan... " ajak Nana sementara Alif dan Ahmad sedang cuci tangan begitu pula pak Janto. Sementara Aji sedang memesankan minuman.

Ahmad makan dengab rendang dan dendeng balado, seperti yang di makan Alif. Ahmad selalu ikut apa yang di makan kakaknya. Sementara Angela hanya dengan rendang dan peyek udangnya. Semua makan dengan lahap karena memang sudah jam makan siang.

"...di perkirakan Wulansari akan mendapat hukuman denda lima miliar dan masa tahanan selam sepuluh tahun..." ucap pembaca berita di sertai vidio Wulan yang duduk di ruang sidang, tak lama tampak Wulan sedang bicara dengan pengacaranya saat ia sudah berada di selnya dengan rompi oranye yang ia kenakan.

Angela yang melihat breaking news di TV langsung menganga kaget. Tangannya yang memegang rendang jatuh. Angela langsung linglung. "Mama! Mamaku... " ucap Angela lalu menuding ke TV.

Aji dan Nana juga pak Janto dan anak-anak ikut melihat ke TV yang di tuding Angela.

"Mamaku kenapa di penjara? " tanya Angela dengan suara bergetar dan air mata yang sudah berlinangan.

Nana dan Aji saling  tukar pandang, bingung harus menjelaskan bagaimana pada Angela.

"Ayo tolong mamaku!" pinta Angela. "Aku mohon tolong bantu mamaku... " ucap Angela memelas sambil menatap Nana dan Aji penuh harap. Tapi belum Nana dan Aji berbicara Angela sudah menangis sesenggukan sambil membungkam mulutnya sendiri.

Angela tidak tau harus minta tolong pada siapa, Angela juga tidak tau kenapa mamanya bisa ada di penjara dengan rompi oranye itu. Angela bingung, Angela syok. Angela masih belum bisa mencerna keadaan yang sekarang ia terima, yang Angela tau mamanya yang cantik dan baik itu di penjara. Angela jadi sendirian kalau mamanya di penjara, meskipun bila mamanya tidak di penjarapun Angela tetap sendirian. Tapi tetap saja Angela sedih mamanya harus di penjara.

"Kalo kita ga bisa tolong mama, Angela mau ikut mama temenin mamaku di penjara... " ucap Angela sambil menangis. [Next]

Bab 10 – Breaking News-2


31
Posting Komentar
Search
Menu
Theme
Share