0
Home  ›  Chapter  ›  Sister Complex

Bab 31 - Epilog

Bab 31 - Epilog-1

Ahmad hanya diam di kamarnya sementara semua anggota keluarganya sibuk menjamu Wulan yang datang dan Angela terus memeluknya tanpa ingin melepaskan sedikitpun. Ahmad hanya menangis dalam diam secara sembunyi-sembunyi di kamarnya sambil berdoa agar mamanya Angela kembali di penjara dan Angela bisa terus di titipkan bersama keluarganya terus. Tapi Ahmad juga sadar bila ini adalah hari yang paling di tunggu Angela selama ini. Angela ingin bisa pulang kembali bersama mamanya. Hanya Ahmad yang dilema dan sedih saat tau harus segera berpisah dengan Angela.

Wulan yang sebelumnya ingin langsung pulang membawa Angela setelah packing mengurungkan niatnya karena menyadari Ahmad yang tiba-tiba ngambek dan tidak mau berkumpul bersama. "Wah kayaknya masih ribet ya, gimana kalo pulangnya besok saja? Aku menginap dulu di sini sama Angela baru besok pulang... " ucap Wulan sedikit berteriak agar Ahmad tau ia akan menginap dan masih ada waktu bersama Angela.

"Yang bener mau nginap? " tanya Nana tak percaya dengan sumringah. Nana selalu senang kalau rumahnya ramai dan penuh kehangatan ketika berkumpul begini.

Acara juga sudah selesai karena sesuai izin hanya sampai jam lima sore saja. Tenda dan yang lainnya juga sudah di rapikan. Halaman rumah sudah kembali normal, mobil sudah bisa parkir di dalam. Sementara Wulan yang datang bersama Burhan yang langsung pergi tidak mengalami kendala apapun.

"Aku pinjem daster sama minta pembalut saja ya Na... " pinta Wulan pada Nana yang sibuk menyiapkan acara menginap di rumahnya.

Semalaman sembari mengobrol dengan Nana, Wulan mengemasi barang-barang Angela kedalam koper. Semua di kemasi kecuali yang ada di jemuran, karena Angela merasa akan kembali pulang lagi. Jadi tidak masalah meninggalkan beberapa bajunya di rumah.

●●●

"Angela... Angela itu adekku juga. Jadi Angela boleh ke sini kapanpun Angela mau, ya... " ucap Alif melepas kepergian Angela pagi ini setelah packing dengan tegar.

Ahmad mengangguk setuju. "Kita keluarga selamanya... " saut Ahmad dengan berkaca-kaca benar-benar tak rela harus berpisah dengan angela secepat ini.

Baca juga 29. Vol. 3 : Chapter 12

"Terimakasih sudah sayang Angela, baik sama Angela... Angela baru sekali di sini bisa di sayang semuanya... Angela suka... " ucap Angela yang jadi ikut sedih menyadari sebentar lagi ia akan berpisah dari Alif dan Ahmad yang selalu mengisi hari-harinya, juga mama Nana yang selalu merawatnya dan papa Aji yang mengantarnya juga siap membantunya kapanpun.

Angela menghela nafasnya dengan berat. Ini penitipan terbaik yang pernah ia rasakan seumur hidupnya. Di tempat ini pula Angela merasa bila dirinya layak untuk di sayangi dan sekarang Angela harus pulang. Angela harus kembali ke kehidupannya yang dulu. Sendirian.

Bahkan bila ketika di titipkan Angela pernah mengalami pelecehan seksual. Angela masih bisa memaafkannya secara perlahan dari pada ia harus sendirian dalam kesunyian. Angela tak bisa membayangkan bagaimana jadinya ia menghabiskan hari tanpa kecerewetan Ahmad, kesabaran Alif, dan ketelatenan Nana yang selalu ada di sekitarnya.

"Maaf ya Angela banyak bikin masalah, bikin susah... " ucap Angela dengan airmata yang mulai mengalir.

Aji hanya tersenyum menahan air matanya yang siap mengalir. Nana sudah menangis dari tadi melihat anak-anaknya saling berpamitan.

"Angela harus ingat terus alamat rumah ini biar bisa kesini sendiri ya... " pinta Ahmad. Angela hanya diam sambil menangis. "Janji ya... " Ahmad mengacungkan kelingkingnya. "Ya... " paksa Ahmad sambil menautkan kelingkingnya dengan Angela. "Nanti kalo di sana ada yang jahat sama Angela, Angela lawan kayak yang aku ajarin ya! " pesan Ahmad yang di angguki Angela.

Wulan tersenyum senang, putri kecilnya benar-benar sudah menemukan teman dan keluarga yang benar-benar tulus padanya.

Baca juga 28. Vol.3 : Chapter 11

"Mama Nana, kalo aku terlahir kembali. Aku mau jadi anaknya mama Nana juga... " bisik Angela sambil memeluk Nana sebelum pergi.

Nana langsung mengangguk. "Angela sekarang juga anaknya mama, Angela tidak lahir dari rahim mama, tapi Angela lahir dari hati mama. Mama selamanya sayang Angela... Ya nak... " ucap Nana lalu menyeka airmata Angela meskipun airmatanya sendiri berlinangan.

●●●

Sepanjang jalan pulang di mobil. Angela masih sedih bahkan masih menangis karena harus berpisah dari keluarga yang sudah begitu banyak berjasa padanya. Bagi Angela keluarga barunya, bersama kakak Alif, Ahmad, mama Nana, papa Aji adalah bentuk mata air harapan di tengah air mata keputus asaan. Mereka terlalu banyak memberi pada Angela sampai Angela bingung menyebutkannya satu persatu.

"Jangan sedih terus dong... Kan dah sama mama... Kita bakal melewati hari yang menyenangkan juga... " hibur Wulan sambil mendekap Angela.

Angela yang sudah tumbuh dewasa, Angela yang tumbuh seperti sebuah bunga. Bunga yang mengatakan kebenaran dan kejujuran tanpa perlu berpura-pura, tanpa perlu menipu. Angela adalah gambaran dari bunga yang indah dan utuh sejak semula ia dilahirkan tanpa peduli apa yang sudah di laluinya.

💕TAMAT💕

Cerita ini di tulis dengan penuh cinta dan di selesaikan pada tanggal 24 Desember 2021.

Bab 31 - Epilog-2


31
Posting Komentar
Search
Menu
Theme
Share